“REMAJA KEREN STOP BULLYING : Lingkungan Aman Remaja Sehat Cerdas Ceria”Uncategorized“REMAJA KEREN STOP BULLYING : Lingkungan Aman Remaja Sehat Cerdas Ceria”

“REMAJA KEREN STOP BULLYING : Lingkungan Aman Remaja Sehat Cerdas Ceria”

Bullying saat ini menjadi salah satu masalah sosial yang menjadi perhatian kita, dimana hal ini sangat relevan di berbagai kalangan, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Meskipun banyak upaya telah dilakukan untuk mengurangi prevalensinya, tindakan ini masih sering terjadi di sekolah, tempat kerja, bahkan di dunia maya. Contoh kasus yang terjadi di Jawa Tengah yakni video viral aksi perundungan sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) terhadap siswa sekolah dasar di Semarang, yang terjadi pada 6 september 2024 lalu. Bullying bukan hanya memberikan dampak buruk bagi korban, tetapi juga bagi pelaku dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami lebih dalam mengenai bullying, termasuk jenis-jenisnya, dampaknya, penyebab, serta cara menghadapinya.

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja, berulang, dan biasanya melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban. Tindakan ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, baik itu fisik, verbal, atau psikologis, dengan tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mengisolasi korban. Bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga sering kali terjadi melalui platform digital, yang dikenal dengan istilah cyberbullying. Bullying sendiri memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah (1) Bullying yang melibatkan kekerasan fisik, seperti memukul, menendang, atau mendorong korban. Biasanya, bullying fisik ini mudah dikenali karena korban akan mengalami luka atau cedera. (2) Bullying Verbal berupa ucapan atau kata-kata yang menyakitkan, seperti menghina, mengejek, atau merendahkan korban. Meskipun tidak meninggalkan luka fisik, bullying verbal dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam. (3) Cyberbullying melalui kemajuan teknologi, bullying kini bisa terjadi di dunia maya melalui media sosial, pesan instan, atau platform digital lainnya. Cyberbullying melibatkan pelecehan atau ancaman secara online yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis korban. (4) Bullying Relational merupakan Aksi yang termasuk perundungan sosial (kadang juga disebut sebagai “perundungan tersembunyi”) antara lain: berbohong dan menyebarkan rumor tentang korban, mengucilkan korban, menghancurkan reputasi atau mempermalukan korban, menyebarkan informasi korban (foto, rahasia, dsb) dengan tujuan mempermalukan. (5) Penindasan Seksual, dapat berups menggoda, mengintip, menyentuh korban secara seksual. Menyebarkan foto korban yang bersifat sensual dan pribadi, mengambil foto diam-diam dengan tujuan memuaskan gairah seksual pelaku, atau memaksa korban melihat hal-hal yang berbau pornografi juga termasuk dalam bullying penindasan seksual.

Selain adanya jenis-jenis bullying, tentunya bullying ini memiliki dampak yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Diantaranya adalah (1) Dampak Psikologis: Korban bullying sering mengalami stres, depresi, kecemasan, serta rasa takut yang berkepanjangan, seperti PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). (2) Dampak Akademik: Bullying dapat mengganggu konsentrasi belajar korban misalnya ada penurunan prestasi akademik atau bahkan memilih untuk tidak pergi ke sekolah karena trauma yang dialami. (3) Dampak Sosial: Korban bullying sering merasa terisolasi dan kesulitan dalam menjalin hubungan sosial. Mereka bisa menjadi lebih tertutup dan kehilangan kepercayaan diri. (4) Dampak Fisik: Pada bullying fisik, korban bisa mengalami cedera fisik yang bisa memengaruhi kesehatan mereka.

Bullying bisa terjadi karena berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan sekitar. Beberapa penyebab umum dari tindakan bullying adalah karena adanya perbedaan, baik dalam penampilan, status sosial, latar belakang keluarga, atau bahkan orientasi seksual, selain itu penyebab lainnya adalah misal anak yang tumbuh dalam keluarga dengan pola asuh yang kasar atau kurang perhatian emosional cenderung lebih mungkin menjadi pelaku atau korban bullying. Bahkan bullying juga dianggap sebagai hal yang wajar atau bahkan sebagai cara untuk menunjukkan dominasi atau kekuatan supaya terlihat keren dan lain sebagainya.

Jika seseorang baik teman, rekan, atau orang disekitarmu mengalami bullying, sangat penting untuk melaporkan kejadian tersebut. Misalnya jika dilingkup sekolah kamu bisa melakukan pengaduan kepada guru, walikelas, dan adapula di PIK-R di tingkat sekolah (baik SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Bisa juga melalui layanan Tepsa (Telepon Pelayanan Sosial Anak) adalah layanan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami permasalahan misalnya telekonseling, Pengaduan, Layanan kedaruratan, Rujukan, Perlindungan, Pengasuhan, Dukungan psikososial. Selain itu jika bullying melibatkan kekerasan fisik atau ancaman yang serius, korban atau keluarganya dapat melapor ke polisi untuk mendapatkan perlindungan.

Untuk meminimalisir adanya kasus bullying, kita bisa mulai mengedukasi para anak-anak dan remaja sejak dini. Agar bisa diterima dengan baik dari segi edukasi dan alasan kenapa bullying menjadi masalah yang bisa menimbulkan dampak berkepanjangan dan parahnya bisa berdampak pada kehilangan nyawa. Misalnya dengan Video Edukasi, penyediaan konseling remaja secara anymous, dsb. Oleh sebab itu, pesan untuk para remaja “Bullying tidak hanya melukai fisik, tetapi juga merusak mental. Untuk para remaja, ingatlah bahwa setiap orang berharga dan pantas diperlakukan dengan hormat. Jangan takut untuk berbicara dan mencari dukungan. Bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling menghargai. Kamu penting, dan suaramu berarti!”

Najwa Ulinnuha

PIK-R Sriwijaya

Kota Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *