Memaknai Pentingnya Kesehatan Reproduksi Dalam Menghindari Kekerasan Seksual: Yuk, Jadi Remaja Sehat, Cerdas, Ceria!EdukasiMemaknai Pentingnya Kesehatan Reproduksi Dalam Menghindari Kekerasan Seksual: Yuk, Jadi Remaja Sehat, Cerdas, Ceria!

Memaknai Pentingnya Kesehatan Reproduksi Dalam Menghindari Kekerasan Seksual: Yuk, Jadi Remaja Sehat, Cerdas, Ceria!

Salam Genre 👌

Dapat kita ketahui, remaja sebagai harapan bangsa dalam membekali tiap individu yang siap untuk menjadi generasi berencana untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Tetapi, masih banyak kita ketahui dalam berbagai peristiwa bahwa remaja sering mengalami kekerasan seksual, hal tersebut didukung data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang menyimpulkan bahwa remaja digolongkan sebagai kelompok yang sangat rentan alami kekerasan seksual, hal tersebut sangat miris dan memprihatinkan mengingat remaja sebagai harapan bangsa. Maka dalam menghindari kekerasan seksual, kita perlu memahami terlebih dahulu mengenai kesehatan reproduksi, Apa sih kesehatan reproduksi?

Kesehatan reproduksi adalah suatu bentuk kesejahteraan atau kondisi yang sehat dalam menjaga fisik tiap individu, mental dan sosial, bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Maka hal tersebut tergolong sebagai bentuk penjabaran yang dapat kita ketahui dalam memaknai kesehatan reproduksi agar terhindar dari kekerasan seksual. Maka adapun upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan reproduksi:

Peduli terhadap diri sendiri

Kita harus peduli pada badan dan mental kita sendiri, jangan sampai apa yang ada pada diri kita tidak diperhatikan. Oleh karena itu kita perlu berupaya merawat diri kita baik jiwa maupun raga seperti rutin membersihkan alat reproduksi, menjaga pola makan yang sehat, dan merencanakan masa depan yang cerah.

Berani katakan tidak!

Sudah selayaknya kita semua sebagai makhluk sosial yang sangat dianjurkan untuk berinteraksi dengan baik. Tetapi, dengan adanya berbagai ragam kekerasan seksual kita perlu memahami batasan pada diri kita sendiri, sehingga kita perlu menghilangkan sifat tidak enakan agar berani mengatakan tidak atau menolak apabila terjadi pada suatu kondisi yang berpotensi terjadinya kekerasan seksual. Maka adapun tanda-tanda suatu kondisi yang berpotensi terjadinya kekerasan seksual seperti ngobrol tetapi sering melakukan kontak fisik atau bersentuhan, mengajak ngobrol di tempat sepi dalam waktu yang lama, dan mengajak ngobrol dengan topik pembicaraan yang tidak normal atau tabu.

Berceritalah dengan orang terdekat

Kita perlu bercerita atau terbuka pada aktivitas selama ini atau ketika bersosial di lingkungan sekitar dengan orang terdekat seperti orang tua. Apalagi jika bertemu dengan situasi yang berpotensi untuk terjadinya kekerasan seksual, hal tersebut sangat perlu diceritakan agar dapat perlindungan dan perhatian dari orang terdekat.

Maka dari itu, dengan kita memahami upaya untuk menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian agar terhindar dari kekerasan seksual. Oleh karena itu, dengan adanya kesejahteraan bagi diri kita akan membentuk pribadi sebagai remaja yang sehat, cerdas, ceria!